Hello Dua Ribu Enam Belas

Setahun kemarin, keinginan untuk menulis blog menurun drastis. Postingan blog yang sedari dulu ditulis ala kadarnya pun makin menjadi. Dan puncaknya di tahun ini. Tujuh bulan sudah berlalu, bahkan kini mencapai bulan kedelapan, saya tak kunjung menulis satupun, meski itu hanya sekadar “say hello

Menyedihkan.

Kekurangan bahan tulisan? Belum. Setidaknya masih ada beberapa draft yang menunggu diselesaikan,  catatan kecil di buku atau notes telepon seluler mengantri untuk dieksekusi, belum lagi lintasan pikiran yang “wah, bisa ini untuk diblogkan”

Terlalu sibuk? Biasa saja.

Jenuh? Bosan? Malas? Mungkin.

Ntahlah. Keinginan untuk menulis ntah kenapa menguap begitu saja. Rumah ini pun dibiarkan berdebu, mungkin sudah bersarang laba – laba, tanpa ada niat yang kuat untuk membersihkannya. Tekad untuk tetap menulis blog, minimal sekali dalam sebulan, kini retak. Ya, semenjak membuat blog untuk pertama kalinya di tahun 2005, saya (pernah) bertekad untuk selalu membuat rumah ini dihuni oleh rangkaian kata. Tapi apa yang terjadi? Di tahun kesebelas, saya ternyata memilih untuk menyerah. Mungkin seperti hubungan kita. Kita? Hubungan yang mana? Hahahaha!

Ah, sudahlah.

Hai hellooo, dua ribu enam belas.

~ Selamat datang di dunia kecil ini.
Selamat menulis kembali.
Semoga betah ya, ‘ky! :p

Leave a Reply