Tak Ada Waktu Untuk Menangis, Nona!

Alhamdulillahirabbil ‘alamin

Memahami perbedaan tak pernah mudah. Sungguh. Tak ada yang pernah benar – benar mudah. Kau tahu rasanya? Mungkin kau tak pernah tahu bagaimana rasanya. Tapi bagaimanapun, pada fase itulah saya belajar untuk tidak lagi mengijinkan apa dan atau siapapun dapat menyusup dan menorehkan pisau dengan mudahnya. Susah. Tapi tetap, tidak. Tidak boleh, tanpa seijin saya.

Pada fase itupula saya memahami untuk bahagia dengan cara – cara yang sederhana. Sesederhana hari ini. Diantara mimpi buruk yang kerap menghantui beberapa bulan terakhir, hari ini saya kehilangan kata untuk menjabarkan isi hati. Betapa saya bahagia atas doa – doa yang terlantun.

new-1

Hari ini. Kamu. Kalian. Untuk setiap nyala ingatan yang belum lekang oleh waktu, yang sengaja dipadamkan, sungguh terima kasih.

IMG_20151027_065232_HDR

Benar, tak ada banyak waktu untuk menangis. Angkat kepala, lalu berjalan. Teruslah berjalan dengan tegak, ‘ky, hingga tiba saat tak mampu lagi melangkah.

Bismillahirrahmanirrahim

Leave a Reply